Main Article Content

Abstract

Perkembangan awal kurikulum di Indonesia disusun dari bentuk yang sangat sederhana dengan biaya terbatas dan tanpa melewati proses kajian dan uji coba lapangan yang menyeluruh. Saat ini, Pengembangan kurikulum modern dan kaitannya dengan kegiatan instruksional (pembelajaran) setidaknya meliputi empat elemen dasar. Pertama, mengindentifikasi maksud dan tujuan pendidikan. Kedua, memilih pengalaman belajar atau proses pembelajaran yang relevan untuk pencapaian tujuan pendidikan. Ketiga, mengelola pengalaman belajar secara sistematik. Keempat, melakukan evaluasi terhadap efektivitas pengalaman belajar yang sudah dikerjakan tersebut. Setidaknya terdapat dua faktor yang mempengaruhi perkembangan kurikulum di Indonesia, yakni: perubahan politik, serta perkembangan masyarakat dan kebutuhan pembangunan nasional.
Sulit melepaskan kurikulum dari situasi politik dan pemimpin politik yang tengah berkuasa, karena kurikulum itu sendiri adalah sebuah produk politik. Namun bukan berarti penguasa pemerintahan dapat menetapkan suatu kurikulum sekehendak hati dan hasrat politiknya. Selain berkembang karena terjadi perubahan situasi politik atau juga karena adanya pergantian kepemimpinan nasional, kurikulum juga mengalami revisi seiring dengan dinamika yang terjadi pada kondisi masyarakat yang dikaji dalam perencanaan pembangunan nasional dalam merespon perubahan zaman.

Article Details

How to Cite
Agung Pardini. (2019). KURIKULUM INDONESIA: DARI LEERPLAN MENUJU KURIKULUM NASIONAL. Jurnal Pendidikan Dompet Dhuafa, 7(02), 41-50. Retrieved from https://ojs.pendidikandd.org/index.php/JPD/article/view/113