Main Article Content
Abstract
Maraknya sikap dan perilaku peserta didik yang tidak berakhlak mulia & berbudi pekerti luhur bisa
menjadi penanda bahwa pendidikan karakter belum optimal diterapkan di lingkungan sekolah. Oleh karena itu,
guru harus mampu membentuk persepsi diri sekaligus membina dirinya agar menjadi sosok yang berkarakter
sebagai seorang pengajar dan pendidik. Konsekuensi logisnya, guru harus konsisten melakukan proses perbaikan
diri dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya sebagai insan yang berkarakter. Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan karakter yang harus
dimiliki guru serta beragam masalah yang kerap dihadapi guru dalam menjalankan kinerjanya. Subjek dari
penelitian ini adalah 371 guru honorer se-Jabodetabek. Ada 3 temuan penting dari penelitian ini, di antaranya:
(1) guru dengan pengalaman mengajar kurang dari 10 tahun dan lebih dari 10 tahun memiliki persepsi yang sama
terkait 5 karakter utama yang harus dimiliki guru, yaitu disiplin, tanggung jawab, jujur, kreatif, dan kasih sayang;
(2) guru dengan pengalaman mengajar kurang dari 10 tahun memiliki 5 masalah utama sebagai guru, yaitu
menangani siswa slow learners, keterbatasan fasilitas sekolah, menangani jumlah siswa yang banyak, beban
kerja administrasi, dan menangani perbedaan individu siswa; (3) guru dengan pengalaman mengajar lebih dari
10 tahun memiliki 5 masalah utama sebagai guru, yaitu menangani siswa slow learners, menangani perbedaan
individu siswa, menangani jumlah siswa yang banyak, mengatasi beragam siswa yang berbeda budaya dan latar
belakang keluarga, serta membangun komunikasi dan relasi dengan orang tua siswa. LPTK sebagai lembaga
penghasil guru seharusnya memiliki data lapangan mengenai masalah utama yang kerap dihadapi guru dan
karakter yang mesti dimiliki guru. Data ini dapat dijadikan rujukan bagi LPTK dalam mendesain dan
mengimplementasikan kurikulum pembinaan guru yang berbasis pada penanaman nilai-nilai karakter guru
sekaligus membekali pemahaman mengenai strategi-strategi dalam memecahkan masalah di dunia nyata.
Article Details

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.