Main Article Content
Abstract
Dewasa ini, begitu banyak masalah dan isu lingkungan yang kerap terjadi seperti global warming, banjir, kebakaran hutan, tanah longsor, dan sebagainya yang akan merusak ekosistem bumi. Masalah ini tentunya tidak dapat diatasi hanya melalui reposisi hubungan manusia dan lingkungan alamnya (modernisasi ekologi), tetapi juga harus melalui reorientasi nilai, etika, dan norma-norma kehidupan yang kemudian tersimpul dalam tindakan kolektif, serta restrukturisasi hubungan sosial antar individu dengan individu, individu dengan kelompok, kelompok dengan kelompok, dan antara kelompok dengan organisasi yang lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas program Green School untuk meningkatkan motivasi belajar, tingkat kebahagian siswa di sekolah, dan sikap pro-lingkungan, serta evaluasi penerapannya. Sampel dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas, siswa (kelas 5 dan 6), dan orangtua siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung dan In Depth Interview. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan dan implementasi konsep Green School oleh siswa berada pada kategori baik (79,4% dan 68,2%). Namun penerapan konsep Green School selama di rumah masih sangat rendah (34,0%). Secara rata-rata, pengetahuan dan implementasi konsep Green School oleh guru berada pada kategori sangat baik (91,92% dan 80,9%). Program Green School cukup berpengaruh terhadap motivasi belajar (49,8) walaupun nilai rata-rata skornya masih dibawah standar dan membutuhkan peningkatan yang signifikan. Program Green School cukup berpengaruh untuk meningkatkan rasa bahagia siswa SDN Lalareun selama di sekolah (62,9%). Sementara itu, program Green School berpengaruh terhadap sikap pro lingkungan siswa (74,5%) dan sebagian besar siswa (sebanyak 74,4%) memiliki sikap pro-lingkungan pada kategori baik.
Article Details

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.